Monday, April 13, 2015

100 TOKOH PALING BERPENGARUH DIDUNIA

100 Tokoh menurut Michael H. Hart

1     Nabi Muhammad - Penyebar agama Islam, penguasa Arabia.
2     Isaac Newton - Fisikawan, pencetus Teori Gravitasi umum, Hukum gerak
3     Yesus / Nabi Isa - Isa Al Masih Nasrani
4     Siddhartha Gautama (Buddha) - Pendiri agama Buddha
5     Kong Hu Cu - Pendiri agama Kong Hu Cu
6     Santo Paulus - Penyebar ajaran Kristen
7     Ts'ai Lun - Penemu kertas
8     Johann Gutenberg - Mengembangkan mesin cetak, mencetak Alkitab
9     Christopher Columbus - Penjelajah, memimpin orang-orang Eropa ke Amerika
10     Albert Einstein - Fisikawan, penemu Teori Relativitas
11     Louis Pasteur-Ilmuwan, penemu Pasteurisasi
12     Galileo Galilei-Astronom, secara akurat mengemukakan teori Heliosentris
13     Aristoteles-Filsuf Yunani yang berpengaruh
14     Euclides-Matematikawan, membuktikan tentang Geometri
15     Nabi Musa-Nabi terbesar Yahudi
16     Charles Robert Darwin-Biologis, mendeskripsikan teori Evolusi
17     Kaisar Qin Shi Huang Di - Kaisar Tiongkok
18     Augustus Caesar (Kaisar Agustus)  -   Kaisar pertama Kekaisaran Romawi
19     Nicolaus Copernicus   -  Astronom, salah satu tokoh Teori Heliosentris
20     Antoine Laurent Lavoisier   -  Bapak Kimia modern, Filsuf dan Ekonom
21     Constantine yang Agung  -   Kaisar Romawi yang menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi negara
22     James Watt   -  Mengembangkan Mesin uap
23     Michael Faraday  -   Fisikawan, Kimiawan, menemukan Induksi Elektromagnetik
24     James Clerk Maxwell     Fisikawan, penemu Spektrum Elektromagnetik
25     Martin Luther     Pendiri agama Protestan dan aliran Lutheran
26     George Washington     Presiden pertama Amerika Serikat
27     Karl Heinrich Marx     Bapak Komunisme
28     Orville Wright dan Wilbur Wright     Penemu Pesawat terbang
29     Genghis Khan     Penakluk dari bangsa Mongol
30     Adam Smith     Ekonom, pelopor Kapitalisme
31     Edward de Vere, 17th Earl of Oxford     Kemungkinan menulis karya yang berkaitan dengan William Shakespeare
32     John Dalton     Kimiawan, Fisikawan, penemu Teori Atom, Hukum Tekanan Parsial (Hukum Dalton)
33     Alexander yang Agung     Penakluk dari Makedonia
34     Kaisar Napoleon Bonaparte     Penakluk dari bangsa Perancis
35     Thomas Alva Edison     Penemu bola lampu dan Fonograf, dll.
36     Antony van Leeuwenhoek     Ahli Mikroskop, mempelajari kehidupan mikroskopis
37     William Thomas Green Morton     Pelopor Anestesiologi
38     Guglielmo Marconi     Penemu Radio
39     Adolf Hitler     Penakluk, memimpin Blok Poros dalam Perang Dunia II
40     Plato     Filsuf Yunani
41     Oliver Cromwell     Politikus Inggris dan pemimpin militer
42     Alexander Graham Bell     Salah seorang penemu Telepon
43     Alexander Fleming     Penemu Penisilin, memajukan Bakteriologi, Imunologi dan Kemoterapi
44     John Locke     Filsuf dan Teolog liberal
45     Ludwig van Beethoven     Komponis musik klasik
46     Werner Karl Heisenberg     Pencetus Prinsip Ketidakpastian
47     Louis-Jacques-Mandé Daguerre     Penemu/pelopor Fotografi
48     Simon Bolivar     Pahlawan nasional dari Venezuela, Kolombia, Ekuador, Peru, dan Bolivia
49     René Descartes     Filsuf Rasionalis dan matematikawan
50     Umar bin al-Khattab     Khalifah Ar-Rasyidin kedua, memperluas Daulah Khilafah Islamiyah.
51     Paus Urbanus II     Penyeru Perang Salib
52     Michelangelo Buonarroti     Pelukis, pematung, arsitek
53     Asoka     Raja India yang masuk dan mengembangkan agama Buddha
54     Santo Augustinus     Teolog Kristen awal
55     William Harvey     Penemu sirkulasi darah
56     Ernest Rutherford, 1st Baron Rutherford of Nelson     Fisikawan
57     John Calvin     Tokoh Reformasi Gereja, pendiri Calvinisme
58     Gregor Johann Mendel     Penemu teori genetika
59     Max Karl Ernst Ludwig Planck     Fisikawan, mengemukakan Termodinamika
60     Joseph Lister, 1st Baron Lister     Pelaku penemuan Antiseptik yang secara besar mengurangi kematian akibat pembedahan
61     Nikolaus August Otto     Penemu mesin pembakaran 4 tak
62     Francisco Pizarro     Penakluk dari bangsa Spanyol yang menaklukkan Kerajaan Inka di Amerika Selatan
63     Hernando Cortes     Penakluk dari bangsa Spanyolyang menaklukkan Meksiko
64     Thomas Jefferson     Presiden ketiga AS
65     Ratu Isabella I     Penguasa Spanyol, penyokong Cristopher Colombus
66     Joseph Stalin (Joseph Vissarionovich Dzugashvili     Tokoh revolusioner dan penguasa Uni Soviet
67     Julius Caesar     Penguasa Roma
68     Raja William I sang Penakluk     Meletakkan pembangunan Inggris modern
69     Sigmund Freud     Pendiri sekolah Freud untuk psikologi, ahli psikoanalisis
70     Edward Jenner     Penemu vaksin cacar
71     Wilhelm Conrad Roentgen     Penemu sinar X
72     Johann Sebastian Bach     Komponis
73     Lao Tzu     Pendiri Taoisme
74     Voltaire     Penulis dan filsuf
75     Johannes Kepler     Astronom penemu Hukum Kepler tentang pergerakan planet
76     Enrico Fermi     Salah satu tokoh abad atom, Bapak Bom Atom
77     Leonhard Euler     Fisikawan, matematikawan penemu Kalkulus Diferensial dan Integral serta Aljabar
78     Jean-Jacques Rousseau     Filsuf dan pengarang Prancis
79     Niccolò Machiavelli     Penulis Sang Pangeran (risalat politik yang berpengaruh)
80     Thomas Robert Malthus     Ekonom penulis Esai Prinsip Populasi dalam Pengaruhnya pada Kemajuan Masa Depan pada Masyarakat
81     John Fitzgerald Kennedy     Presiden AS yang mendirikan "Program Luar Angkasa Apollo"
82     Gregory Goodwin Pincus     Endokrinolog, menemukan pil KB
83     Mani (en)     Nabi Iran abad ke-3, Pendiri Manicheanisme
84     Vladimir Ilyich Lenin (Vladimir Ilyich Ulyanov)     Tokoh revolusioner dan pemimpin Rusia
85     Kaisar Sui Wen     Menyatukan Tiongkok, pendiri Dinasti Sui
86     Vasco da Gama     Navigator, penemu rute pelayaran Eropa ke India
87     Raja Cyrus yang Agung     Pendiri kekaisaran Persia
88     Tsar Peter yang Agung     Mendekatkan Rusia kepada Eropa
89     Mao Zedong (Mao Tse-tung)     Bapak Maoisme, komunisme Tiongkok
90     Sir Francis Bacon     Filsuf, menggambarkan secara induktif metode ilmiah
91     Henry Ford     Pembuat mobil model T
92     Meng Tse     Filsuf, pendiri sekolah Konfusianisme]
93     Zarathustra (Zoroaster)     Pendiri Zoroastrianisme
94     Ratu Elizabeth I     Ratu Inggris, memperbaiki Gereja Inggris setelah Ratu Mary
95     Mikhail Sergeyevich Gorbachev     Perdana Menteri Rusia yang mengakhiri Komunisme di Uni Soviet dan Eropa Timur
96     Raja Menes     Menyatukan Mesir Hulu dan Hilir
97     Kaisar Charlemagne     Kaisar Romawi Suci
98     Homer     Penyair epik
99     Kaisar Yustinianus I     Kaisar Romawi Timur, menaklukkan kembali sebagian Kekaisaran Romawi Barat
100     Mahavira     Pendiri Jainisme

FINLANDIA : KIBLAT PENDIDIKAN DUNIA


Sistem pendidikan terbaik di era sekarang bukanlah Amerika Serikat, Jepang atau Jerman. Sistem pendidikan terbaik mengarah ke negara Finlandia. Mengapa demikian? Karena Finlandia mempunyai daya tarik tersendiri mengenai sistem pendidikan. Daya tariknya terlihat dari kemandirian siswa dan gurunya. Kemandirian dalam mengikuti proses belajar mengajar.  Guru-gurunya sangat menikmati proses belajar mengajar tersebut sehingga begitu dihormati. Bukan hanya sebatas itu, tetapi juga ditularkan kepada para pelajarnya. Pelajarnya diberikan otonomi khusus dalam menentukan jadwal ujiannya dan mata pelajaran yang sudah dia kuasai. Sistem tersebut yang dipertahankan oleh Negara Finlandia hingga akhirnya berhasil mengantarkan negara itu berada pada posisi tertinggi saat ini sebagai negara yang paling berhasil dalam mengelola pendidikan nasionalnya.

Finlandia mengalahkan 40 negara lain di dunia berdasar survei PISA yang dilakukan oleh OECD tahun 2003. Tes komprehensif dilakukan melalui pengukuran kemampuan mathematics, reading, science, dan problem solving yang nantinya ditujukan untuk peningkatan kualitas sistem pendidikan.

Luar biasanya, pada tahap evaluasi belajar, angka ketidak lulusan secara nasional di Finlandia tidak pernah melebihi 2 persen pertahunnya dan Finlandia tidak mengenal istilah ujian semester dan ujian nasional seperti yang ada ditanah air.

Pemerintah Finlandia tidak pernah intervensi sedikit pun tentang Evaluasi Belajar secara Nasional. Kenapa ? Karena setiap sekolah bahkan guru berkewenangan penuh untuk menyusun kurikulumnya sendiri.

Guru-guru di Finlandia tidak kenal dengan istilah “mengejar target-target tertentu” karena guru-guru di Finlandia selalu menyesuaikan bahan ajarannya dengan kebutuhan setiap muridnya.

Di Finlandia siapa pun Presidennya dan Menteri Pendidikannya tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masa depan pendidikan. Karena fungsi pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan adalah dukungan finansial dan legalitas. Karena gurulah yang berwewenang atas masa depan pendidikan itu, karena guru dipandang sebagai sosok yang paling mengerti mau kearah mana wajah pendidikan Finlandia dibawa dimasa depan.

Keseriusan negara Finlandia menyokong keberhasilan pendidikan nasionalnya dibuktikan dengan diterapkannya kebijakan gratis sekolah 12 tahun.

Guru-guru Finlandia adalah lulusan terbaik setiap perguruan tinggi yang masuk dalam kelompok 10 besar lulusan terbaik. Jika bukan lulusan terbaik maka mereka tidak akan diterima menjadi guru di negaranya. Itulah sebabnya guru-guru di Finlandia mempunyai berdedikasi yang sangat tinggi. Pertanyaannya kalau guru-guru di Finlandian adalah lulusan terbaik honornya besar dong? Jawabannya Tidak. Justru sebaliknya guru-guru Finlandia digaji secukupnya dan bahkan bisa bilang kurang memadai. Kenapa bisa demikian guru di Finlandia sangat menikmati profesinya? karena profesi sebagai guru di Finlandia begitu sangat dihormati dan hargai oleh mayoritas masyarakat Finlandia.

Guru-guru yang ada adalah guru dengan kualitas terbaik. Meski gaji guru di Finlandia tidaklah fantastis. Namun lulusan sekolah menengah terbaik justru mendaftar untuk dapat masuk di fakultas-fakultas pendidikan, dan hanya 1 dari 7 orang yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke Fakultas Hukum dan Kedokteran.

Apabila negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Karena terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata-mata lolos dari ujian, ungkapan seorang guru di Finlandia.

Para guru di FInlandia sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
Ditanah air Indonesia, sebenarnya sistem pendidikan Finlandia telah terterapkan sejak tahun 1961 melalui wadah gerakan pramuka. Apa yang berlaku di Finlandia jelas-jelas merupakan sistem pendidikan yang berlalu di gerakan pramuka. Dimana setiap kecakapan dan keterampilan dibidang tertentu yang dimiliki oleh setiap anggota pramuka, bila sudah merasa mampu bisa mengusulkan diri untuk di uji.

Disamping itu, setiap 32 orang anggota pramuka dibina oleh 3 orang pembina secara terus menerus. Akan tetapi sistem pendidikan kepanduan ditanah air ini tidak mendapat respon yang positif ditanah air. Buktinya kendati berhasil melahirkan kader-kader bangsa yang mandiri, negara ternyata tidak berani mengalokasikan dana BOS yang ada pada setiap sekolah untuk sepersekian persen wajib dipergunakan untuk mengelola gerakan pramuka di gugus depan.

Pendidikan nasional kita yang masih sarat dengan kepentingan politik kepala daerah menjadikan potret pendidikan begitu semraut. Pelaksanaan UN yang jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya selalu dipertahankan untuk alasan yang tidak jelas. Bahkan ironisnya lagi, UN telah mengajarkan bangsa ini bagaimana berlaku curang dan menipu. Gilanya lagi peserta UN dikawal dan diamati setiap detik melalui layar CCTV.

Seperti teroriskan. Cara-cara gila ini begitu dibangga-banggakan oleh pemerintah bahkan institusi pendidikan sendiri. Padahal metode ini punya dampak physikologi bagi para pelajar dimana UN benar-benar menjadi beban berat. Jadi jangan heran bila di Nias pada hari pertama UN ada siswa yang meninggal dunia begitu menerima lembar soal ujian.

Finlandia tidak pernah membebani muridnya untuk hal-hal yang kurang bermutu atau mengurangi ke-kreativitasan seorang anak setelah meninggalkan rumah sekolah. Maka, tugas tugas (PR), les tambahan dan bimbingan ini dan itu nyaris tidak pernah ada di Finlandia. Bagaimana dengan tanah air? Tekanan yang begitu berat sangat terasa apalagi menjelang ujian nasional. Setiap murid selalu diberi les tambahan yang berlebihan, pelajar di wajibkan mengikuti Tryout hampir tiap bulan dengan alasan untuk mengukur kemampuan siswa.

Dirumah disuguhi lagi dengan tugas-tugas berat bahkan ada lagi menu les tambahan yang ditawarkan padahal nuansa bisnisnya lebih terasa daripada urgensinya bagi peserta didik. Repot bukan? 

Alhasil, pelajar tanah air lahir dan besar tanpa pernah mempergunakan otaknya untuk berkreativitas. Generasi muda pun besar penuh dengan tekanan. Jadi jangan heran, walaupun lulus UN 100 persen ternyata persentasi lulus SMPTN berbanding terbalik dengan kelulusan UN. 


Inilah setidaknya potret pendidikan kita dewasa ini. Indonesia jatuh kepada tingkat kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Alih-alih untuk mencerdaskan bangsa tetapi cara-cara yang dilakukan justru mengantarkan bangsa ini ke lembah kehancuran.

Oleh karena itu kita perlu berbenah. Mengembalikan sistem pendidikan ke zaman dahulu kala (seperti cerita orang tua kita) di mana setiap anak dan orang tua begitu menghormati guru perlu kita lakukan. Guru harus diberi otoritas penuh untuk mengatur kurikulumnya sendiri. Setiap anak juga tidak dibebani dengan tugas ini dan itu. Bahkan birokrasi pendidikan kita yang berbelit-belit perlahan-lahan harus dikurangi.

Wajib belajar 12 tahun mutlak harus dilakukan tentunya dengan biaya gratis. Tidak hanya itu wajar 12 tahun itu harus dengan satu izajah saja yaitu izajah SMA. Sedangkan untuk SD dan SMP tidak lagi mengeluarkan izajah mengingat tuntutan dunia kerja saat ini pun izajah dua jenjang pendidikan ini tidak begitu diperlukan. Oleh karena itu, perpindahan dari tingkat SD ke SMP cukuplah dengan nilai rapor begitu juga dari SMP ke SMA. Maka evaluasi belajar secara nasional hanya dilakukan dijenjang SMA ketika yang bersangkutan akan melanjut keperguruan tinggi atau merambah dunia kerja. Menggratiskan pendidikan dinegara ini bukanlah hal yang mustahil. Bukankah 40 persen APBN kita mark-up dan 30 persennya dikorupsi.

Jadi andai pengelolaan keuangan negara kita ditata dengan baik maka tidak mustahil dimasa-masa yang akan datang biaya pendidikan kita yang saat ini ditampung 20 persen dalam APBN kedepannya akan meningkat menjadi 50 persen.

Bila sudah demikian, bukankah pendidikan kita sudah bisa digratiskan.
Beberapa hal yang mungkin bisa ditiru, dari sistem pendidikan yang ada di Finladia, diantaranya :
  1. Anak Finlandia tidak memulai sekolah sampai usia mereka 7 Thn. ( Bandingkan dengan para orangtua di Indonesia justru bangga anaknya sekolah pada usia dibawah usia 7 tahun. bahkan dengan beben pembelajaran yang berat).
  2. Tidak di bebani Ujian dan PR, sampai menjelang usia mereka remaja.
  3. Anak-anak tidak diukur sama sekali selama enam tahun pertama pendidikan mereka. (Pada sistem pendidikan kita , Murid SD sampai stress karena sering ditakuti Pihak sekolah, dengan seabreg Ujian, Padahal terkadang anak sering tidak diaja).
  4. Hanya ada satu tes standar wajib di Finlandia, yang diambil ketika anak-anak berusia 16 Tahun. (Bandingkan dengan sistem ujian ujian di SMP dan  SMA, Ditambah UN, bukan saja membuat Lembaga pendidikan tidak jujur, Anak hanya dihargai Otaknya saja, Minus bakat dan Minat).
  5. Tidak ada Kelas Unggulan,semua kemampuan berada pada kelas yang sama. Dan terbukti akhirnya RSBI /RSI di indonesia oleh MK dicabut keberadaanya, karena akan tercipta kasta kasta baru dalam dunia pendidikan.Finlandia menghabiskan sekitar 30 persen lebih untuk biaya pendidikan  per siswa mengungguli  Amerika Serikat.
  6. 30 persen anak-anak menerima bantuan tambahan selama sembilan tahun pertama mereka sekolah. 
  7. Kelas sains maksimal 16 siswa sehingga mereka dapat melakukan eksperimen praktis dalam setiap kelas.
  8. Siswa SD mendapatkan 75 menit dari istirahat sehari di Finlandia dibandingkan rata-rata 27 menit di Amerika Serikat.
  9. Guru hanya menghabiskan 4 jam sehari di dalam kelas, dan mengambil 2 jam seminggu untuk “pengembangan profesional.” 
  10. Finlandia memiliki jumlah  guru sebanyak di  New York City, namun siswa jauh lebih sedikit. Dengan perbandingan 600.000 siswa di finlandia dengan 1,1 juta di NYC.
Sumber :
  • dari berbagai sumber
  • See more at: http://esqsmartplus.com/mengapa-finlandia-memiliki-sistem-pendidikan-terbaik-di-dunia/#sthash.VMUHI8qS.dpuf

PENDIDIKAN SALAH SATU JANJI KEMERDEKAAN

Tulisan ini sengaja saya share karean tulisan ini sangat inspiratif menurut saya. Ini adalah tulisan Mas Anies Basweda yang dimuat di Harian Media Indonesia 11 Desember 2013. Dan tulisan ini saya dapatkan di http://aniesbaswedan.com Semoga dapat menginspirasi  anda juga.


AGENDA-AGENDA PENDIDIKAN PASCA 2014

“Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” diletakkan sebagai salah satu janji kemerdekaan.


Kita bersyukur bahwa negeri ini dilahirkan oleh kaum terdidik yang berjiwa pejuang dan berorientasi masa depan karena mereka terdidik dan berorientasi masa depan pula.

Oleh karena itu, kita melihat sebuah keunikan yang sangat visioner dalam konstitusi kita. “Mencerdaskan kehidupan bangsa” diletakkan sebagai salah satu janji kemerdekaan. Ia disejajarkan dengan ketiga janji lainnya, yaitu:
  • "Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia"
  • "Memajukan kesejahteraan umum", serta
  • "Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial".
Tentu hal ini bukan tanpa alasan. Mencerdaskan kehidupan bangsa memang bukan cuma soal pendidikan apalagi formal. Akan tetapi, pendidikan ialah unsur amat penting dalam upaya mencerdaskan itu. Penempatan pendidikan sebagai salah satu janji kemerdekaan menekankan bahwa janji lain yang meliputi keamanan, ekonomi dan peran internasional, tidak mungkin dapat terwujud tanpa memberikan perhatian yang baik pada pendidikan. Pembangunan yang dilakukan harus berpusat pada manusia, dan pendidikan adalah kunci untuk menciptakan manusia yang berkualitas.

Inisiatif Strategis

Pendidikan adalah salah satu faktor yang membawa kita pada kemerdekaan. Sebaliknya, pendidikan yang tidak baik dapat menyeret kita kembali pada ketertinggalan. Bonus demografis yang saat ini menjadi alasan bagi banyak pengamat untuk optimis melihat masa depan Indonesia bisa menjadi “bom demografis” jika sistem pendidikan kita belum mampu menciptakan generasi muda yang dapat bersaing di level global.

Lantas, bagaimana kita dapat menciptakan generasi muda yang mampu bersaing jika jumlah sekolah menengah kita tidak mampu menampung seluruh lulusan SD?

Bagaimana janji mencerdaskan kehidupan bangsa, dari Sabang sampai Merauke, dapat terpenuhi jika sekolah-sekolah terbaik hanya tersedia di Pulau Jawa?

Ada anggaran yang besar sekali untuk pendidikan. Namun sudah yakinkah kita bahwa dana yang tersedia tersebut digunakan dengan baik?
Bila melihat pendidikan kita hari ini, ada beberapa pekerjaan yang harus kita pikirkan bersama.

Berkaitan Dengan "Keadilan Pendidikan"
Janji pendidikan itu ditujukan untuk semua rakyat Indonesia dari berbagai latar belakang. Saat ini, fasilitas pendidikan masih terpusat di Jawa dan kota-kota besar. Harus ada upaya untuk menciptakan pemerataan, misalnya dengan mendirikan pusat-pusat keunggulan pendidikan berbagai daerah, terutama di Indonesia Tengah dan Indonesia Timur. Harus ada upaya memenuhi kebutuhan sekolah di berbagai tingkatan, terutama di tingkat menengah. Selain itu, harus dipikirkan untuk memastikan bahwa masyarakat dari berbagai tingkatan ekonomi dapat menjangkau pendidikan yang berkualitas.

Berkaitan Dengan “Mutu Pendidikan”
Ada banyak aspek tentang mutu pendidikan, tetapi yang utama tentu berkaitan dengan para pendidiknya itu sendiri. Kualitas dan kesejahteraan guru harus menjadi prioritas utama. Yang berkaitan dengan kualitas pendidikan juga mengenai pendidikan yang memberikan ruang yang lebih luas bagi tumbuhnya potensi diri anak-anak kita. “Mutu” itu juga berkaitan dengan bagaimana menempatkan pendidikan kita sebagai bagian dari upaya pembangunan yang lain.

Sebagai contoh, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan memperkuat pendidikan vokasi dengan mengidentifikasi bidang-bidang strategis sesuai dengan rencana pembangunan nasional. Hal penting yang harus dilakukan yaitu membangun sistem pendidikan kita sebagai bagian penting dari sistem inovasi bangsa untuk dapat menyelesaikan berbagai permasalahan nasional dan global.

Langkah penting lain yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan ialah denganmeningkatkan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan, seperti para kepala sekolah. Penting untuk membangun sistem pengembangan kualitas kepemimpinan para pengelola sekolah tersebut.

Berkaitan Dengan “Pengelolaan Pendidikan” 
Pentingnya pendidikan tidak membuat banyak orang ragu-ragu untuk mengorupsi dana pendidikan. Indonesia Corruption Watch menemukan pendidikan merupakan salah satu sektor yang paling rawan korupsi. Dari 436 kasus pada tahun 2011, 12,4 persen ialah kasus korupsi di sektor pendidikan.

Alokasi anggaran yang besar bagi pendidikan sebagaimana yang diamanatkan oleh konstitusi tidak akan ada artinya jika kita kita tidak dapat memberantas korupsi di sektor pendidikan dan menciptakan tata kelola pendidikan nasional yang lebih baik.

Langkah penting yang harus dilakukan adalah dengan menata ulang sistem pengelolaan anggaran pendidikan, mulai dari perencanaan, distribusi, pengadaan barang dan jasa, pengawasan, hingga audit. Sebagai institusi yang bertanggung jawab atas pendidikan yang merupakan kunci bagi pembangunan nasional, kementerian yang mengelola pendidikan harus diisi orang-orang yang bersih dan mengetahui peran mereka dengan baik sehingga proses rekrutmennya pun harus mendapatkan perhatian khusus.

Berkaitan Dengan Gambar Yang Lebih Besar: “Pendidikan Kebangsaan dan Pembangunan Karakter”
Pendidikan harus digerakkan untuk membangun semangat kebangsaan dan gotong royong yang mulai pudar. Misalnya, kita dapat memperkokoh tenun kebangsaan dengan mendorong pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia. Langkah sederhana ini dapat membangun ikatan antara warga negara: yang Jakarta memahami yang di Papua, yang di Sangihe dapat memahami yang di Bandung, dan seterusnya.
  • Untuk menuntaskan agenda-agenda tersebut, ada delapan inisiatif strategis yang harus dilaksanakan. Kedelapan inisiatif tersebut adalah:
  • Meningkatkan kualitas guru dan merekrut putra-putri terbaik untuk menjadi guru
  • Mengembangkan kepemimpinan kepala sekolah di setiap lembaga pendidikan
  • Memastikan setiap anak dapat bersekolah lengkap dengan fasilitas penunjang
  • Meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pilihan pendidikan tinggi bagi setiap lulusan SMA/SMK yang berpotensi
  • Meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan strategi pembangunan nasional Indonesia
  • Meningkatkan akuntabilitas sekolah atas kinerja pendidikan siswa
  • Menempatkan birokrasi pendidikan sebagai prioritas reformasi birokrasi
  • Mempererat tenun kebangsaan dengan membangun program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia.

Kerja Bersama

Kita harus mensyukuri segenap pencapaian bersama kita sebagai bangsa, termasuk dalam bidang pendidikan. Tak banyak bangsa yang dapat menekan buta huruf sesukses bangsa ini. Meskipun demikian, masih ada banyak pekerjaan yang harus kita benahi.

Kesadaran bahwa ada banyak hal yang masih harus kita kerjakan untuk memperbaiki pendidikan Indonesia ini dapat menjadi modal untuk membangun pendidikan yang lebih baik lagi. Pendidikan adalah masalah penting yang harus kita perhatikan bersama-sama. Keterbatasan sumber daya negara untuk menyediakan guru atau fasilitas pendidikan yang baik dapat diatasi jika kita mampu menggerakkan potensi besar kesukarelawanan masyarakat Indonesia untuk turun tangan bersama-sama berperan memperbaiki pendidikan kita.

    Dengan Memperbaiki Pendidikan, Kita Memperbaiki Masa Depan Bangsa dan Negara Indonesia

Sunday, April 12, 2015

POTRET PENDIDIKAN JEPANG

Sebelum Restorasi Meiji, Jepang melaksanakan pendidikannya berdasarkan sistem masyarakat feodal, yaitu pendidikan untuk samurai, petani, tukang, pedagang, serta rakyat jelata. Kegiatan ini dilaksanakan dengan bimbingan para pendeta Budha yang terkenal dengan sebutan Terakoya (sekolah kuil). Namun semenjak Restorasi Meiji (Meiji Ishin, 1868) dikibarkan, Jepang membelalakkan mata dunia menjadi bangsa yang pilih tanding dalam kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi. Jepang mereformasi pendidikan secara menyeluruh yang disesuaikan dengan dunia barat.

Selain itu, Jepang mulai giat menerjemahkan dan menerbitkan berbagai macam buku, di antaranya tentang ilmu pengetahuan, sastra, maupun filsafat. Para pemuda banyak dikirim ke luar negeri untuk belajar sesuai dengan bidangnya. Tujuannya tidak lain untuk mencari ilmu dan menanamkan keyakinan bahwa Jepang akan dapat ”berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah” dengan dunia barat.

Setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II (PD II) banyak memberikan dorongan pada bangsa Jepang untuk mencurahkan perhatiannya pada bidang pendidikan. Ada empat pokok struktur baru yang dikembangkan Amerika Serikat dalam Cummings (1984), yaitu: Pertama, Sekolah Dasar (SD) wajib selama enam tahun. Bertujuan untuk menyiapkan anak menjadi warga yang sehat, aktif menggunakan pikiran, dan mengembangkan kemampuan pembawaannya. Kedua, sesudah SD ada Sekolah Lanjutan Pertama selama tiga tahun, punya tujuan untuk mementingkan perkembangan kepribadian siswa, kewarganegaraan, dan kehidupan dalam masyarakat serta mulai diberikan kesempatan bekerja. Ketiga, setelah Sekolah Lanjutan Pertama, ada sekolah lanjutan selama tiga tahun. Bertujuan untuk menyiapkan siswa masuk perguruan tinggi dan memperoleh keterampilan kerja. Keempat, Universitas harus berperan secara potensial dalam mengembangkan pikiran liberal dan terbuka bagi siapa saja, bukan pada sekelompok orang. Munculnya struktur baru pendidikan Jepang yang dikembangkan Amerika Serikat, merupakan bentuk ”revisi” dari struktur pendidikan lama yang sudah ada sebelum Perang Dunia II.

Dari upaya tersebut, lahirlah tokoh modernisasi pendidikan Jepang era Meiji seperti Fukuzawa Yukichi, memiliki gagasan cemerlang. Gagasan yang terkenal tercetus dalam bukunya berjudul Gakumon no Susume (Jepang: di antara Feodalisme dan Modernisasi) menyetakan pada bagian pendahuluan buku tersebut” sebagai jalan yang paling ampuh untuk mencapai tujuan negara adalah melalui pendidikan. Kegiatan Jepang dalam mencerdaskan bangsanya menuai hasil yang signifikan. Korelasi antara maju nya pendidikan Jepang dengan kemajuan industrinya benar-benar terwujud. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan bangsa Jepang tumbuh menjadi negara industri utama di Asia, yang kedudukannya sama dengan bangsa barat lainnya seperti Inggris maupun Prancis.

Seiring dengan berjalannya waktu pada abad ke-17, Jepang dengan politik isolasinya melaksanakan pendidikannya dengan sistem Terakoya (sekolah kuil) yang pada akhirnya pada zaman Shugun terdapat kurang lebih 7000 Terakoya menjadi dasar pelaksanaan sistem wajib belajar (gimu kyooiku). Berdasarkan artikel 26 paragraf 2 dalam Katarina Thomasevski mengenai penawaran konstitusi untuk pendidikan gratis, pemerintah Jepang menginterprestasikan penawaran tersebut secara sempit sebagai pelarangan pemungutan uang sekolah. Pemerintah mempertimbangkan penyediaan gratis hanya pada buku-buku ajar sebagaimana opsi legislatif. Kenyataannya, orang tua harus dibebani dengan beban biaya pendidikan yang mahal termasuk biaya untuk materi-materi pembelajaran, makanan, dan kebutuhan-kebutuhan lain seperti seragam sekolah dan olah raga.

Selanjutnya, Yoshio Sugimoto dalam Katarina Thomasevski telah mengkonfirmasikan temuan-temuan NGO ini dengan menyatakan secara umum bahwa pendidikan di Jepang merupakan suatu bisnis yang mahal. Dia juga telah menegaskan bahwa definisi yang efektif mengenai pendidikan gratis hanya merujuk kepada wajib belajar sembilan tahun dan gratis didefinisikan secara sempit hanya untuk menghindari pemungutan uang sekolah (2006: 232).

Upaya pemerintah dan bangsa Jepang dalam meningkatkan pendidikan bisa dikatakan berhasil. Pendidikan yang meluas dan membumi membuat hampir semua orang Jepang melek huruf mendekati angka 100%. Berdasarkan data statistik tahun 1985, siswa Jepang yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi 94 % dan yang melanjutkan ke PT lebih kurang 38 %. Tingginya standar pendidikan Jepang tidak semata-mata muncul dengan sendirinya, tetapi ada ungkapan yang baik bagi bangsa Jepang, yaitu: ”kehausan yang tak pernah puas akan pengetahuan”. Membaca bagi orang Jepang merupakan kegiatan yang tak dipaksakan. Membaca tidak lepas dari kehidupan sehari-hari, di stasiun, perpustakaan, di jalan, atau dengan kata lain di mana ada kehidupan di situ mereka membaca.

Menurut William K. Cummings dalam beberapa faktor yang mendukung berhasilnya Jepang merombak masyarakat melalui pendidikan adalah sebagai berikut. Pertama, perhatian pada pendidikan datang dari berbagai pihak. Kedua, sekolah Jepang tidak mahal. Ketiga, Jepang tidak ada diskriminasi terhadap sekolah. Keempat. kurikulum sekolah Jepang amat berat. Kelima, sekolah sebagai unit produksi. Kelima, sekolah sebagai unit pendidikan. Keenam, guru terjamin tidak akan kehilangan jabatan. Ketujuh, guru Jepang penuh dedikasi. Kedelapan, guru Jepang merasa wajib memberi pendidikan manusia seutuhnya. Kesembilan, guru Jepang bersikap adil.

Kiat-kiat di atas juga dilaksanakan oleh negara lain, seperti Thailand, dalam buku Belajar dari Monyet, guru Shampon menerapkan pendidikan untuk monyet dengan biaya murah, tanpa membeda-bedakan peserta didik, bersikap adil, penuh dedikasi, dan pendidikan diprioritaskan pada skills (Rung Kaewdang: 2002). Di samping hal-hal di atas, pengaruh pendidikan terhadap anak dan masyarakat telah membuat pendidikan Jepang mempunyai potensi yang luar biasa dalam berbagai hal, misalnya, (1) Minat masyarakat yang besar sekali pada pendidikan; (2) prestasi kognitif dan motivasi siswa relatif setara; (3) prestasi kognitif siswa rata-rata tinggi; (4) munculnya pelajaran ide egalitarianisme; (5) perubahan sosial yang egalitarian; (6) timbulnya kesamaan yang sama bagi semua lapisan masyarakat.

Menurut Danasasmita ada beberapa karakteristik lain dari bangsa Jepang yang mendorong bangsa ini maju. Pertama, orang Jepang menghargai jasa orang lain. Hal ini dibuktikan dengan ringan nya mereka dalam mengatakan arigatoo (terima kasih) ketika mendapat bantuan orang lain dan tidak menganggap remeh jerih payah orang lain walaupun bantuan itu tidak seberapa. Kedua, orang Jepang menghargai hasil pekerjaan orang lain, dilambangkan dengan ucapan otsukaresamadehita (maaf, Anda telah berusaha payah). Ketiga, perlunya setiap orang harus berusaha, dilambangkan dengan ucapan ganbatte kudasai (berusahalah). Keempat, orang Jepang punya semangat yang tidak pernah luntur, tahan banting dan tidak mau menyerah oleh keadaan, yang terkenal dengan semangat bushido (semangat kesatria). Dari karakteristik yang disebutkan di atas, Jepang mampu menjaga martabat dan kualitas hidup bangsanya lewat pendidikan. Pendidikan pada hakikatnya adalah sesuatu yang luhur karena di dalamnya mengandung misi kebajikan dan mencerdaskan.

Pendidikan bukanlah sekedar proses kegiatan belajar mengajar saja, melainkan sebagai proses penyadaran untuk menjadikan manusia sebagai ”manusia” bukanlah seolah-olah manusia dijadikan ” jagung” atau ”padi” yang setiap enam bulan sekali diganti metode ”penanaman nya”, apabila bagus dilanjutkan dan sebaliknya bila jelek ditinggalkan.

Pendidikan di Indonesia dan Pencerahan nya
Pendidikan merupakan soko guru kemajuan suatu bangsa. Maju mundurnya suatu bangsa tidak akan lepas dari hidup dan matinya mutu pendidikan negara yang bersangkutan. Kalimat ini menambah banyak statement yang telah ada sebelumnya. Akhir-akhir ini muncul pula sebuah slogan ”Pendidikan adalah Masa Depan Bangsa”. Pernyataan itu menjadi cambuk bagi kemajuan bangsa. Namun, kenyataannya hanyalah sebuah ”cita-cita luhur” yang tak tahu kapan terjadi dan di mana rimbanya.

Mengenang Indonesia yang dulu terkenal sebagai negara yang kaya raya tata, titi, tentrem, kerta, tur raharja sempat menjadi percontohan di bidang pendidikan di kawasan ASSEAN harus menjadi pecundang dalam hal mutu pendidikan. Bila kita bandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Vietnam sekalipun, kita masih kalah, apalagi dengan Malaisia yang nota bene pernah kita jadikan tujuan ”ekspor” dosen-dosen kita mengajar di sana. Kurikulum made in Indonesia pun pernah di pekerja kan di Malaisia dekade tahu 70-an. Hasilnya, sungguh luar biasa, mereka berhasil investasi pendidikan dari bangsa serumpun itu telah berubah manis. Kemajuannya membuat mereka kini berkata ” Malaisia is Truly Asia”. Namun, sekarang kualitas pendidikan di Indonesia telah di salip oleh Malaisia dan Vietnam yang dulu masih berada jauh di bawah Indonesia.

Ada pameo yang menyatakan bahwa Indonesia ini banyak koruptor, tetapi tidak ada koruptor ( artinya begitu licin nya para koruptor dalam menghindari jeratan hukum sehingga sulit ditangkap. Atau mungkin para penegak hukum masih ”malu-malu” menangkap koruptor. Hanya Allah SWT. Yang Mahatahu. Belajar dari kesalahan masa lalu dan berusaha untuk tidak mengulangi nya serta minta ampun kepada pencipta, lebih bijaksana kalau kita menatap ke masa depan dan hari esok bagi kelangsungan generasi muda. Hari esok adalah arah kebijakan pendidikan kita ke mana akan dibawa. Yang pertama harus dilakukan untuk mengembalikan pendidikan pada tempatnya di antara kekuatan-kekuatan yang bekerja di dalam masyarakat. Melindungi fungsinya sebagai tempat berbaur nya manusia-manusia dengan jalan memerangi semua bentuk pengucilan.

Mengacu pada model pendidikan di Jepang bahwa pendidikan harus bersifat adil, tidak membeda-bedakan, tidak mahal, guru penuh dedikasi, kurikulum sarat, wajib belajar sembilan tahun dan pendidikan gratis, dan mengikutsertakan partisipasi masyarakat dalam pendidikan adalah baik untuk diterapkan di Indonesia. Membaca adalah kegiatan rutin. Di mana ada kehidupan di situ ada kegiatan membaca. Hafid Abbas dalam Education For All: The Purpose, Artikel III, butir satu mengatakan bahwa pendidikan dasar harus diberikan untuk semua anak-anak, pemuda, dan orang dewasa. Pada akhirnya, kualitas yang diberikan pada pendidikan dasar harus dikembangkan dan konsisiten pada aturan dan harus digunakan untuk mengurangi perbedaan. Pernyataan itu sesuai dengan prinsip keadilan dalam pendidikan dasar. Guru harus bisa bersikap adil kepada peserta didiknya tanpa membedakan atas dasar hal-hal yang melatarbelakangi peserta didik. Pemberantasan buta huruf juga telah dilakukan oleh pemerintah. Untuk itu, agar program pemerintah bisa berhasil seperti di Jepang maka memerlukan proaktif dari masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, usaha harus dilakukan dengan melaksanakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan khas mereka. Hal ini ebrarti para orang tua harus diikutsertakan berbicara tentang persekolahan anak-anaknya. Keluarga-keluarga miskin harus diberi bantuan sehingga mereka memandang bahwa sekolah untuk anak-anaknya bukan suatu biaya yang tidak teratasi.

Untuk menciptakan berbagai kemungkinan mengenali bakat dan keterampilan terpendam, dan untuk pengakuan sosial, sistem-sistem pengajaran hendaklah sejauh mungkin di aneka ragam kan. Adapun, keluarga-keluarga dan penduduk serta lembaga-lembaga yang aktif di dalam masyarakat hendaklah dilibatkan dalam kemitraan-kemitraan pendidikan. Terlebih lagi, penting untuk belajar menerima keanekaragaman. Pendidikan untuk kemajemukan bukanlah diperlukan untuk berlindung terhadap kekerasan. Namun, adalah suatu prinsip aktif untuk pengayaan kehidupan budaya dan kewarganegaraan di dalam masyarakat sekarang. Antara hal-hal yang ektrem, abstrak, kesemestaan dan relativisme yang tidak membuat permintaan lebih tinggi di atas cakrawala setiap kebudayaan tertentu. Perlu ditegaskan adanya dua hal, yakni hak untuk berbeda dan penerimaan atas nilai-nilai universal (semesta) (UNESCO, 1996).

Pendidikan dalam toleransi dan penghormatan kepada manusia-manusia lain, suatu prasarat untuk demokrasi hendaklah dipandang suatu usaha yang umum dan berkelanjutan. Untuk itu, yang dapat dilakukan di sekolah-sekolah adalah memberi kemudahan bagi praktek toleransi sehari-hari dengan membantu murid-murid menerima pandangan yang berbeda dari murid-murid lain. Akan tetapi, juga diperlukan peranan sekolah untuk menjelaskan kepada kaum muda, latar belakang sejarah, budaya atau religius dari berbagai ideologi yang bersaing untuk diperhatikan di dalam masyarakat sekitar mereka atau di sekolah.

Rekomendasi-rekomendasi di atas bila dikaitkan dengan bidang Poleksosbud dalam pendidikan sebagai berikut. Bidang politik, bahwa pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa. Apabila bangsa di sebuah negara adalah bangsa yang cerdas, akan berpengaruh pada pengelolaan dan tatanan pemerintahan maupun kehidupan bernegara. Pendidikan demokrasi dilaksanakan agar hasil pendidikan dapat mencerminkan sikap demokrasi dalam kehidupan. Bidang ekonomi, pendidikan yang dilaksanakan secara berkeadilan dan memfokuskan pada life skill seperti di Jepang dan Thailand dapat menciptakan kesejahteraan bangsanya. Kesejahteraan ekonomi dan kehidupan bangsa sangat berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan suatu negara. Bidang sosial, pendidikan yang bersifat menghormati, toleransi, keadilan, serta memberdayakan berbagai golongan minoritas untuk pengendalian masa depannya adalah penting dilakukan, Hal ini, dapat membentuk manusia yang empati terhadap sesama dalam praktik kehidupan sehari hari sehingga tercipta masyarakat yang rukun dan damai. Bidang budaya, melalui pendidikan dapat menciptakan beraneka ragam budaya untuk mengembangkan budaya bangsa. Selain itu, melalui pendidikan diharapkan para generasi muda bisa menfilter masuknya budaya luar yang tidak sesuai dengan peradaban dan kepribadian bangsa. Selalu pendidikan upaya melestarikan budaya bangsa lebih mengena.

Tulisan ini saya kutip dari Bapak Hamzah Nur seorang Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar dalam Jurnal MEDTEK, Volume 2, Nomor 1, April 2010

Semoga bermanfaat untuk kemajuan Pendidikan di Negara Kesatuan Republik Indonesia kita tercinta ini.

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *